Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pilihan Boleh Beda, tapi Kita Tetap Satu Indonesia

Pilihan Boleh Beda, tapi Kita Tetap Satu Indonesia

Pemilu tahun 2024 sudah ada diambang mata. Bagaimana nih teman-teman, sudahkah memiliki pilihan yang mantap untuk kemajuan Indonesia di masa mendatang. Saya hanya berpesan Pilihan boleh beda, tetapi kita tetap satu Indonesia

Jujur saya tuh sebenarnya enggan untuk ngomongin politik dengan segala carut marutnya itu. Rasanya apatis sekali dengan kondisi perpolitikan Indonesia. Salah satumya yaitu besarnya kasus korupsi di pemerintahan dan hukuman yang diterapkan begitu ringan. Belum lagi mereka yang terlibat kasus korupsi setelah bebas bisa kembali mendaftar sebagai anggota dewan. Memang sungguh luar biasa hukum di negara kita. Di mana uang bisa mengatasi hukuman.

Memang kondisi perpolitikan di Indonesia cukup memprihatinkan. Tetapi sebagai masyarakat biasa, apakah kita hanya diam melihat kehancuran politik di negara kita. Kalau kita diam, bukankah kondisi politik semakin semrawut. Maka, salah satu jalan adalah kita, sebagai warga negara yang baik harus turut berpartisipasi politik untuk menyukseskan jalannya pemilu.

Pengertian partisipasi politik

Berdasarkan buku Memahami Ilmu Politik, Ramlan Surbakti mengatakan bahwa, Partisipasi Politik adalah segala bentuk keikutsertaan atau keterlibatan warga negara biasa (yang tidak memiliki wewenang) dalam menentukan Keputusan yang dapat mempengaruhi hidupnya.

Sementara itu dilansir dari jurnal Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Umum (Studi Turn of Voter dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2013) (2014) karya Tia Subekti, menjelaskan bahwa partisipasi politik bersifat individual atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap atau sporadik, damai atau dengan kekerasan, legal atau illegal, serta efektif atau tidak.

Berpartisipasi dalam politik tidak hanya sebatas pada pemilu lima tahun sekali saja. Tetapi, juga berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah mulai dari desa hingga provinsi juga termasuk partisipasi politik.

Ngomong-ngomong tentang partisipasi politik, saya mempunyai cerita yang sebenarnya cukup lazim terjadi, namun juga aneh. Waktu pemilihan kepala desa di tempat saya beberapa waktu lalu, kebetulan ada dua calon yang maju. Ceritanya ada dua tetangga saya yang berbeda pilihan dan mereka berseteru. Bahkan, mereka masih saling berseteru hingga sekarang. Di mana saat ini kepala desa yang terpilih sudah memimpin beberapa tahun. Dan, calon kepala desa tidak terpilih kembali melanjutkan aktivitas nya.

Sebenarnya niat saya dalam hati tahun ini saya ingin golput atau tidak ingin menggunakan hak pilih. Alasannya adalah karena saya memiliki pilihan capres tetapi tidak menyukai partai pendukungnya. Nah, kan bingung jadinya. Pilihannya beliau yang jadi presiden, tetapi partai pendukungnya kurang sreg, bisa-bisa nantinya sang presiden hanya menjadi petugas partai saja.

Namun, setelah saya pikir-pikir kalau setiap orang itu pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi, ya meskipun mereka capres yang jelas mempunyai kelebihan, Tetapi sebaliknya juga mereka juga mempunyai kekurangan. Namanya juga manusia biasa ya kan.

Alasan perlunya partisipasi politik dari Masyarakat

1. Mengontrol atau mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Dengan masyarakat ikut serta mengawasi kebijakan pemerintah, maka kita akan mengetahui kebijakan apa saja yang sudah dijalankan atau belum dijalankan oleh lembaga pemerintahan.

2. Dapat mendukung program-program Masyarakat

Pemerintah menciptakan berbagai program tentunya bertujuan untuk kebaikan Masyarakat. Meskipun terkadang pada penerapannya tidak merata dan hanya sebagian yang menikmatinya saja. Dengan kita iku berpartisipasi dalam politik tentunya bisa mendukung program-program pemerintah agar ke depan program yang dilaksanakan bisa lebih baik dan tepat sasaran.

3. Berfungsi sebagai organisasi yang dapat menyuarakan kepentingan masyarakat di daerah masing-masing sebagai masukan pemerintah dalam menciptakan program pembangunan.

Kondisi masyarakat suatu daerah yang mengetahui secara pasti adalah masyarakat setempat. Dengan ikut berpartisipasi dalam politik, kita bisa menyuarakan kebutuhan masyarakat setempat. Misalnya suatu daerah membutuhkan pompa air sumur dalam karena setiap musim kemarau para petani mengalami kekeringan yang bisa menyebabkan gagal panen.

Bentuk partisipasi Masyarakat dalam politik

1. Tidak golput atau tidak menggunakan hak pilih

Golput atau tidak memilih bukan solusi untuk menciptakan kondisi politik yang lebih baik. Karena nantinya yang terpilih menjadi wakil rakyat adalah orang-orang yang tidak baik.

Justru dengan menggunakan hak pilih kita untuk memilih wakil rakyat yang kiira-kira amanah akan membantu memperbaiki sedikit kondisi politik kita.

2. Menghargai perbedaan pendapat

Hargailah perbedaan pendapat dari orang lain. Setiap orang mempunyai hak masing-masing untuk memilih anggota legislatif menurut pendapat pribadinya. Jadi, Ketika kita mempunyai pilihan, tidak perlu mengajak seseorang untuk memilih sama sesuai dengan pilihan kita. Kecuali, bagi mereka yang bekerja sebagai partisipan sebuah partai politik.

3. Turut serta mendengarkan tentang berbagai informasi tentang politik

Sebelum pemilu diadakan akana ada masa kampanye untuk memperkenalkan berbagai program kerja yang akan dijalankan jika nanti dipilih. Sebagai warga negara yang baik sebaiknya kita juga ikut mengetahui apa saja program kerja yang ditawarkan para calon anggota legistatif. Sehinnga kita bisa menentukan pilihan yang tepat.

4. Ikut menjaga keamanan dan ketertiban

Sebelum pemilu diadakan ada ada masa kampanye yang dilakukan oleh partai politik. Meskipun, kita tidak terlibat secara langsung hendaknya kita ikut menjaga ketertiban selama masa kampanye diadakan.

5. Menghindari money politik

Bukan rahasia lagi kalau politik selalu identic dengan money politik. Bukan hanya saat pemilu, tetapi sudah ada mulai tingkat bawah yaitu saat pemilihan kepala desa. Untuk itu jangan gadaikan suaramu hanya demi uang yang tidak seberapa, tetapi memilih seseorang yang salah.

Pilihan boleh beda, tetapi kita tetap Indonesia. Momen lima tahun sekali ini memang menjadi salah satu momentum besar untuk perkembangan Indonesia lima tahun ke depan. Untuk itu, pilihlah para pemimpin yang amanah dalam mengemban tugasnya.

 

Posting Komentar untuk "Pilihan Boleh Beda, tapi Kita Tetap Satu Indonesia"